Tiada yang wajib dipuji selain Allah. Akan sangat beruntung hamba yang selalu diberikan petunjuk oleh-Nya.

Alhamdulillah. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad.
Pembaca yang dirahmati Allah, Akhlak merupakan hal yang sangat dijunjung dalam agama Islam.

Karena salah satu tujuan diturunkannya agama ini pun adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Dan akhlak yang baik itu bersumber dari hati yang bersih.

Rasulullah Saw. bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging itu buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu hati.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Bersihnya hati akan memperlihatkan akhlak yang terpuji. Semisal teko akan hanya mengeluarkan yang ada di dalamnya.

Jika isinya kopi, makan yang keluar kopi juga. Jika isinya susu, maka yang keluar susu juga. Dan jika isinya air kali yang kotor, maka yang keluar air tersebut.

Oleh karena itulah, jika kita menginginkan akhlak terpuji, akhlak yang baik, maka kita mesti berusaha dan berjuang untuk memiliki hati yang baik, hati yang bersih.

Bagaimanakah agar kita memiliki hati yang bersih? Caranya adalah dengan bersungguh-sungguh dan belajar.

Ilmu itu akan tidak bermanfaat jika tidak kita praktikan. Kalau tidak diamalkan, ilmu akan percuma.
Akan tetapi, amalan kita juga akan hilang jika tidak dibarengi dengan konsitensi atau keistiqomahan.

Terus, bagaimana hati kita agar tetap jernih dan baik. Kuncinya adalah dengan senantiasa berdzikir.
Kebersihan hati akan selalu terjaga sejalan dengan keistiqomahan kita dalam berdzikir di setiap waktu dan keadaan.

Berdzikir yaitu dengan selalu ingat kepada Allah Sang Maha Pencipta. Jika hati kita semakin dipenuhi dengan dzikir mengingat Allah, maka hati ini akan selalu lebih tenang dan bersih dari benih-benih penyakit hati.

Dan salah satu wujud dzikir kita ialah tiap sikap dan ucapan kita akan senantiasa dihubungkan dengan Allah.

Setiap kita hendak melontarkan kata-kata dari mulut kita atau melakukan suatu hal, kita bertanya ke diri kita sendiri. “Jika saya ngelakuin ini, Allah suka enggak ya?

Dan cara berdzikir yang lainnya ialah dengan selalu memeriksa dan melihat niat kita.
Kita pastikan niat kita, apakah sedang ada riya kah di hati kita? kita sedang sombong apa tidak? apakah kita melakukan suatu amal itu atas niat mencari pujian manusia ataukah penilaian dari Allah, dan sejenisnya?

Pergolakan hati kita ini tentunya diketuahui oleh Allah Ta’ala dan kalau kita terus mendekatkan diri kepada Allah, maka InsyaAllah, Allah akan mempermudah kita untuk menjadikan hati kita jernih dan memiliki keistiqomahan dalam menjalankan akhlak yang mulia.

Sungguh beruntunglah apabila kita selalu dibimbing oleh petunjukNya.

Wallahu a’lam


cc: Pemuda Kahfi